Al-‘A`rāf ayat 163] Allah SWT telah murka kepada sebagian nelayan Kaum Bani Israil yang sombong dan tidak mau beribadah itu. Mereka lebih mementingkan ikan-ikan daripada ibadah. Akhirnya Allah SWT mengutuk mereka yang berangkat menangkap ikan di hari Sabtu menjadi monyet-monyet yang hina. Mereka malu dengan keadaan yang menimpanya dan Nabi Yunus pun memutuskan untuk tidak melakukan undian lagi dan keluar dari kapal. Ia terjun dari kapal dan tenggelam dalam lautan. Ketika beberapa meter di kedalaman laut, ada ikan paus yang memakan beliau. Nabi Yunus sempat tidak tersadar beberapa saat. Ketika ia sadar, dirinya sudah berada dalam kegelapan. Kemudian Nabi bersabda, “Tidakkah kau bertakwa kepada Allah pada binatang ini yang telah Allah berikan kepadamu, dia telah mengadu padaku bahwa kau menyakitinya dan memerasnya.” Syekh Aidh menekankan bahwa terdapat orang-orang Islam yang mengaku mencintai Rasulullah SAW namun tiada bukti perbuatan dari mereka yang membuktikan hal tersebut. “Saya terus kembali membaca doa Nabi Sulaiman sambil mengundur beberapa langkah dalam jarak 10 meter sebelum memecut lari menuju ke sebuah kuil berhampiran untuk meminta pertolongan,” katanya ketika dihubungi malam tadi. Dia tidak pasti sama ada harimau itu turut mengejarnya, namun bersyukur kerana terselamat, ujarnya. Ikan-ikan itu tampak tidak takut meski berada di depan manusia. Ikan-ikan itu seakan tahu, meski berada di dekat manusia, dia tidak akan dimangsa. Kumpulan ikan yang begitu banyaknya berada di perairan dangkal di Laut Merah, memunculkan keinginan dan nafsu serakah Bani Israil yang tinggal di dekat Laut Merah untuk menangkap dan segera memakannya. Selain dalam Al-Qur’an, doa mancing ikan yang dimaksudkan, juga dinukilkan dari doa Nabi Sulaiman ketika menginginkan kerajaan dan doa yang sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Isinya memohon kesuksesan yang disertai keberuntungan dan rahmat. Allah SWT pasti akan mengabulkan doa hambanya yang bersungguh-sungguh dengan berserah diri. AiVDi31.

doa nabi sulaiman menangkap ikan